25. NADZAR ITU DARI ORANG KIKIR DAN TIDAK DAPAT MENOLAK TAKDIR ALLAH
Sumber: Kelengkapan Hadits Qudsi, pengalih bahasa: Drs. Muhammad Zuhri, hal.390-391. Penerbit CV Toha Putra Semarang.
233. Artinya:
Abu Nuaim bercerita kepada kami, Sufyan bercerita kepada kami, dari Manshur, dari Abdullah bin Murrah, dari Abdullah bin Umar ra berkata: “Rasulullah saw melarang nadzar, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya nadzar itu tidak menolak (takdir) sedikitpun, dan nadzar itu dikeluarkan dari orang yang kikir”.
Hadits ini ditakhrijkan oleh Al Bukhari ra dalam kitab Qadar, Jilid VIII, hal.125.
Sumber: Kelengkapan Hadits Qudsi, pengalih bahasa: Drs. Muhammad Zuhri, hal.390-391. Penerbit CV Toha Putra Semarang.
٢٣٣. حَدَّثَنَا اَبُوْ نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُوْرٍ، عَنْ عَبْدِاللهِ بْنُ مُرَّةَ، عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَرَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: نَهَى النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَنِ انَّذْرِ، وَقَالَ: اِنَّهُ لاَيُرُدُّ شَيْأً، وَاِنَّمَا يُسْتَخْزَجُ بِهِ مِنَ اْلبَخِيْلِ .اخرجه البخارى
233. Artinya:
Abu Nuaim bercerita kepada kami, Sufyan bercerita kepada kami, dari Manshur, dari Abdullah bin Murrah, dari Abdullah bin Umar ra berkata: “Rasulullah saw melarang nadzar, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya nadzar itu tidak menolak (takdir) sedikitpun, dan nadzar itu dikeluarkan dari orang yang kikir”.
Hadits ini ditakhrijkan oleh Al Bukhari ra dalam kitab Qadar, Jilid VIII, hal.125.

