Translate

Tampilkan postingan dengan label Syaikh Wahid bin ‘Abdissalam Baali. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

thumbnail

SIHIR & GUNA-GUNA SERTA TATA CARA PENGOBATANNYA MENURUT AL QUR’AN DAN ASSUNAH-PART 2



Pengobatan rukiyah menurut Syaikh Wahid bin ‘Abdissalam Baali (2012, hal.101-103) dilakukan dengan menggunakan cara sebagai berikut:

  1. Membuat ‘suasana keimanan’ yang benar yaitu mengeluarkan/ membuang semua gambar-gambar makhluk hidup yang disukai syaitan dari rumah, sehingga malaikat rahmat dapat masuk ke dalam rumah.
  2. Mengeluarkan atau membakar jimat/ buhul pada orang yang akan diobati.
  3. Mengosongkan ruangan dari nyanyian maupun suara seruling, gendang, ketipung, drum dan lain-lain.
  4. Mengosongkan tempat dari hal yang bertolak belakang dengan syariat missal lelaki yang mengenakan emas, wanita yang berdandan atau orang yang merokok.
  5. Memberi pelajaran tentang aqidah kepada orang yang akan diobati dan keluarganya sehingga ketergantungan hati mereka hanya kepada Allah.
  6. Berwudhu sebelum memulai pengobatan ruqyah, dan orang yang akan diobat juga harus berwudhu.
  7. Jika yang terkena sihir ini adalah wanita hendaknya anda tidak mulai pengobatan sampai benar-benar wanita ini menutup aurat, sehingga tidak ada yang terbuka pada saat melakukan pengobatan.
  8. Jangan mengobati/ ruqyah wanita yang memakai pakaian yang bertentangan dengan syariat, missal wanita yang mengenakan pakaian terbuka, wewangian, atau wanita yang memakai kutek di kuku yang menyerupai wanita kafir.
  9. Janganlah anda mengobati seorang wanita kecuali ia ditemani oleh mahramnya.
  10. Jangan pula ia memasuki ruangan bersama anda tanpa disertai mahramnya.
  11. Berlepas dirilah kepada Allah dari segala daya dan kekuatan dengan membaca hauqolah  (لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّ ةَ إِلاَّ بِا اللهِ: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

Doa yang dibaca Jibril AS ketika meruqyah Rasulullah saw (hal.190):

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ، وَاللهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ يُؤْذِيْكَ، وَ مِنْ .كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ
“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala yang menyakitkanmu, dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu dengan  nama Allah aku meruqyahmu”. (bacaan hendaknya diulang tiga kali).

Sumber: Syaikh Wahid bin ‘Abdissalam Baali (2012). Sihir dan guna-guna serta tata cara mengobatinya menurut Al qur’an dan As-sunnah. Pustaka Imam Asy-Syafi’I

Jumat, 08 Maret 2013

thumbnail

SIHIR & GUNA-GUNA SERTA TATA CARA PENGOBATANNYA MENURUT AL QUR’AN DAN ASSUNAH- PART 1




Ada empat kesempatan (Syaikh Wahid bin ‘Abdissalam Baali (2012, hal 136-137) bagi bangsa jin untuk memasuki jasad manusia:

  1. Pada saat ketakutan yang mencekam (sangat),
  2. Pada saat marah (emosional),
  3. Pada saat benar-benar lengah (misal melamun),
  4. Pada saat diselimuti oleh nafsu syahwat.

Jika seseorang mengalami salah satu dari keempat keadaan di atas, maka memungkinkan bagi syaitan untuk masuk ke dalam tubuhnya, kecuali dia berdzikir kepada Allah saw atau dalam keadaan berwudhu, sehingga bangsa jin tidak akan bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Rasulullah meruqyah (mengobati dengan membaca ayat-ayat Al qur’an atau doa-doa) sahabat-sahabatnya dengan bacaan:

 لّٰلهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ اْلبَأْسَ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ، لاَ شِفَاءًَ إِلاَّشِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا.

“Ya Allah, Tuhan segenap manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan dari-Mu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit” (hal. 190).
Sumber: Syaikh Wahid bin ‘Abdissalam Baali (2012). Sihir dan guna-guna serta tata cara mengobatinya menurut Al qur’an dan As-sunnah. Pustaka Imam Asy-Syafi’I.

Arsip Master Pendidikan