Minggu, 23 Februari 2014

Kesyirikan yang ada dalam primbon

Ada beragam amalan yang mengandung kesyirikan yang dikemas rapi dalam suatu praktek-praktek ibadah. Sementara kita sangat tahu amalan tersebut sangat menyimpang dari ajaran agama Islam yang sesungguhnya, seperti dalam menentukan tanggal pernikahan atau perhelatan akbar lain, mungkin diantara umat Islam masih ada yang percaya dengan primbon yang membahas perhitungan neptu, dan wethon. Ironis, kenapa kebanyakan orang Islam yang melakukan kesyirikan seperti pergi ke tukang ramal/dukun untuk menanyakan hari baik/ hari buruk? Berdasarkan sabda Nabi SAW:



Barangsiapa mendatangi seorang dukun, lalu dia membenarkan apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”.

Sebenarnya kita tidak diperbolehkan mengatakan bahwa hari baik/ hari buruk, tahun baik/ buruk, bulan baik/ buruk dengan melakukan perhitungan neptu/wethon, karena hal ini sama saja dengan mencaci maki Allah swt. Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dalam shahih Bukhori dalam kitab tafsir bab Janganlah kamu mencaci maki tahun.


Artinya: 
Dari Abu Hurairah ra. Berkata: “Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman: ‘Bani Adam (manusia) mencaci maki masa, Akullah masa, di tangan Akulah siang dan malam’.

Katanya taat kepada syariat, kenapa masih berpedoman kepada primbon? Lalu Al qur’an dan Hadist dikemanakan? Padalah nabi Muhammad saw telah berjanji dalam hadist shahih yang menegaskan bahwa “Barangsiapa yang berpegang teguh pada Al qur’an dan Hadits, dia tidak akan tersesat”.
Ada lagi bentuk kesyirikan lain seperti rajah (رَاجَهْ) digunakan untuk mengusir syaitan jika ada seseorang kena gangguan jin. Seperti gambar rajah di bawah ini:

Dari gambar rajah di atas, kita lihat ada huruf hijaiyah dicampur dengan symbol yang tidak kita ketahui maksudnya (seperti ). Kalau sudah demikian yang tahu maknanya hanya bangsa jin, sementara kita tidak memahami maksud tersebut. Untuk lebih jelasnya mengenai rajah simak kajian ruqyah syar’iyyah di sini.
Ironisnya lagi, ada dukun yang berkedok kyai, atau biasa kita kenal kyai-dukun. Siapa yang tidak tertipu dengan penampilan? Hati-hati kyai juga manusia, dan bisa saja melakukan kesalahan. Oleh karena itu, jika kita dihadapkan dengan kyai-dukun yang mengajarkan kesyirikan, sebenarnya ini hanya cobaan bagi kita. Kisah kyai-dukun ini sama dengan cerita yang termaktub di dalam Al qur’an dalam surat Al Baqarah:102, yaitu:




Artinya:
102. Dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
Inti dari surat Al Baqarah:102 adalah bahwa Harut-Marut saja statusnya malaikat “hanya cobaan” bagi kita, begitu pula dengan kyai-dukun yang jelas-jelas manusia juga hanya cobaan” bagi kita. Jadi ketika kita diajarkan kesyirikan oleh kyai-dukun atau siapapun itu berarti hanya cobaan” bagi kita, dan sebaiknya kita meninggalkan kesyirikan tersebut.


[76]. Maksudnya: kitab-kitab sihir
[77]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[78]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat. [79]. Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.



Artikel yang terkait:
http://rumaysho.com/aqidah/kesyirikan-pada-rajah-azimat-dengan-tulisan-arab-2214.html

Related Post:

Written by: Media Belajar Online Updated at: 10.07

Penulis: Master Pendidikan ~ Media Belajar Online

Artikel Kesyirikan yang ada dalam primbon ini dipublish oleh Master Pendidikan pada hari Minggu, 23 Februari 2014 Terima kasih Anda telah membaca artikel tentang Kesyirikan yang ada dalam primbon ini. Sertakan link http://masterpendidikan.blogspot.com/2014/02/1hari1ayat-kesyirikan-yang-ada-dalam.html ini jika anda gunakan sebagai referensi. Semoga bermanfaat bagi anda. Jika anda menyukai Blog ini, silahkan like di http://facebook.com/masterpendidika dan follow kami di http://twitter.com/linkvariasi. Terima kasih!

2 komentar:

  1. Howdy! Would you mind if I share your blog with my twitter group? a fantastic read There's a lot of people that I think would really appreciate your content. about his Please let me know. Thank you additional hints

    BalasHapus

Berikan komentar anda dengan sejujurnya dan tanpa paksaan dari siapapun, tidak mengandung unsur SARA, PORNOGRAFI, PORNOAKSI, hal ini demi perbaikan yang konstruktif-transformatif MASTERPENDIDIKAN.BLOGSPOT.COM. Terima kasih!